Guru Besar Belanda Tertarik Kembangkan Rumput Laut Baubau
oleh Drs. H. MZ. Amirul Tamim, M.Si pada 20 Oktober 2010 jam 1:04
Di bawah kepemimpinan Walikota Baubau Drs H MZ Amirul Tamim M Si, Kota Baubau nampaknya menjadi primadona bagi negara-negara lain sekarang ini untuk melakukan investasi. Selain Korea Selatan, kini Baubau dilirik lagi oleh guru besar dari negeri kincir angin Belanda. Bahkan, guru besar Universitas Groninghen Belanda Prof Dr Win Laseur bersama rombongan menjumpai Walikota Baubau Amirul Tamim di ruang kerjanya Selasa (19/10).
Menurut Amirul Tamim, kehadiran guru besar Universitas Groninghen Belanda Win Laseur di Kota Baubau adalah melihat komiditi rumput laut dimana Baubau juga merupakan pusat pengembangan rumput laut di Sulawesi Tenggara saat ini. Oleh sebab itu, moment ini harus dimanfaatkan dengan baik dengan menjual segala potensi yang dimiliki negeri eks Kesultanan Buton ini sehingga investor dari Belanda tertarik menanamkan investasinya di Baubau.
Kedatangan tim dari negeri Belanda ini ungkap Amirul Tamim adalah merupakan program Lern yang fokus pada komiditi rumput laut yang sudah dibangun sejak tiga tahun lalu dimana Kota Baubau masuk menjadi bagian dari kerja sama itu. Bahkan, sebelumnya sudah ada tim dari Pemkot Baubau beberapa waktu yang lalu sudah diundang ke Belanda untuk membawa sample yang dikembangkan oleh masyarakat Kota Baubau."Momentum ini sangat baik mengenalkan Baubau sebagai kota pengembangan rumput laut di Sulawesi Tenggara kepada guru besar dari Belanda sehingga ke depan bisa melakukan investasi di daerah ini,"ungkap Amirul Tamim didampingi Kepala Bappeda dan PM Kota Baubau Drs Sudjiton MM dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Baubau Drs Muh Djudul.
Sementara itu, Kepala Bappeda dan PM Kota Baubau Sudjiton mengakui, komiditi rumput laut sangat strategis dikembangkan sebab memiliki nilai tambah sebab ada nilai produk ikutannya jika ditangani secara baik dan profesional. Disamping itu, untuk tenaga kerja tentu akan banyak terserap dalam pengembangan rumput laut.
Dijelaskan, guru besar dari Belanda Win Laseur yang merupakan ahli pemasaran dan komiditi rumput laut di negeri asalnya. Bahkan, memiliki koneksi dan partner dengan industri serta usaha lainnya yang dapat menguntungkan bagi Baubau. Tentu, ini menjadi tangga untuk mengenalkan Baubau kepada dunia internasional sehingga negara-negara lain akan berdatangan untuk melirik potensi yang dimiliki bumi semerbak Baubau.
Dalam kunjungan ke Baubau tersebut, selain Win Laseur juga turut Dr Hennie Van Lauwen, Mark Vredegoor yang kesemuanya dari Universitas Groninghem Belanda serta pendampingnya dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Samantha Vivia. SAID IDU
Menurut Amirul Tamim, kehadiran guru besar Universitas Groninghen Belanda Win Laseur di Kota Baubau adalah melihat komiditi rumput laut dimana Baubau juga merupakan pusat pengembangan rumput laut di Sulawesi Tenggara saat ini. Oleh sebab itu, moment ini harus dimanfaatkan dengan baik dengan menjual segala potensi yang dimiliki negeri eks Kesultanan Buton ini sehingga investor dari Belanda tertarik menanamkan investasinya di Baubau.
Kedatangan tim dari negeri Belanda ini ungkap Amirul Tamim adalah merupakan program Lern yang fokus pada komiditi rumput laut yang sudah dibangun sejak tiga tahun lalu dimana Kota Baubau masuk menjadi bagian dari kerja sama itu. Bahkan, sebelumnya sudah ada tim dari Pemkot Baubau beberapa waktu yang lalu sudah diundang ke Belanda untuk membawa sample yang dikembangkan oleh masyarakat Kota Baubau."Momentum ini sangat baik mengenalkan Baubau sebagai kota pengembangan rumput laut di Sulawesi Tenggara kepada guru besar dari Belanda sehingga ke depan bisa melakukan investasi di daerah ini,"ungkap Amirul Tamim didampingi Kepala Bappeda dan PM Kota Baubau Drs Sudjiton MM dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Baubau Drs Muh Djudul.
Sementara itu, Kepala Bappeda dan PM Kota Baubau Sudjiton mengakui, komiditi rumput laut sangat strategis dikembangkan sebab memiliki nilai tambah sebab ada nilai produk ikutannya jika ditangani secara baik dan profesional. Disamping itu, untuk tenaga kerja tentu akan banyak terserap dalam pengembangan rumput laut.
Dijelaskan, guru besar dari Belanda Win Laseur yang merupakan ahli pemasaran dan komiditi rumput laut di negeri asalnya. Bahkan, memiliki koneksi dan partner dengan industri serta usaha lainnya yang dapat menguntungkan bagi Baubau. Tentu, ini menjadi tangga untuk mengenalkan Baubau kepada dunia internasional sehingga negara-negara lain akan berdatangan untuk melirik potensi yang dimiliki bumi semerbak Baubau.
Dalam kunjungan ke Baubau tersebut, selain Win Laseur juga turut Dr Hennie Van Lauwen, Mark Vredegoor yang kesemuanya dari Universitas Groninghem Belanda serta pendampingnya dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Samantha Vivia. SAID IDU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar